Apa arti manusia bagi alam. Manusia hanya makhluk kecil dibandingkan dengan jagad raya yang terhampar tak terbatas. Manusia hanya ceceran titik debu yang menempel di permukaan bola bumi. Sedangkan bumi hanyalah satu titik debu dari milyara...n debu yang bertebaran di galaksi bimasakti. Sedangkan bimasakti hanyalah satu titik debu dari milyaran gugusan galaksi-galaksi yang memenuhi langit pertama. Sedangkan langit pertama adalah langit terendah dari tujuh lapis langit yang menyangga kerajaan Tuhan. Lalu, dimana lagi manusia berada?
Betapa kecilnya manusia di hadapan alam. Dan terlalu kecil sekali untuk berada di hadapan Tuhan. Tuhan sebagai pencipta, pemilik, dan penguasa jagad raya ini. Tentu termasuk pemilik manusia. Jika demikian, lalu untuk apa manusia saling berebut kekuasaan dan harta, sampai-sampai menimbulkan pertikaian dan pertumpahan darah di antara sesamanya. Saling membunuh, saling menghujat, saling membenci, saling hantam. Merasa lebih pintar, lebih kaya, lebih suci, lebih tampan, lebih cantik. Untuk apa semuanya itu, jika pada akhirnya manusia-manusia menjadi debu tak berharga yang siap dihempas dan dibuang oleh persekongkolan alam. Keangkuhan, kesombongan, dan keserakahan sangat tidak patut dimiliki oleh makhluk lemah bernama manusia. Sifat yang seharusnya di singkirkan jauh-jauh dari benak manusia, agar kehidupannya sesuai pada takarannya. Biarkan sifat-sifat itu dimiliki yang lebih berhak, yang memang memiliki kekuatan dan kebesaran yang tiada batas. Tuhan, hanya Dia yang pantas.
Betapa kecilnya manusia di hadapan alam. Dan terlalu kecil sekali untuk berada di hadapan Tuhan. Tuhan sebagai pencipta, pemilik, dan penguasa jagad raya ini. Tentu termasuk pemilik manusia. Jika demikian, lalu untuk apa manusia saling berebut kekuasaan dan harta, sampai-sampai menimbulkan pertikaian dan pertumpahan darah di antara sesamanya. Saling membunuh, saling menghujat, saling membenci, saling hantam. Merasa lebih pintar, lebih kaya, lebih suci, lebih tampan, lebih cantik. Untuk apa semuanya itu, jika pada akhirnya manusia-manusia menjadi debu tak berharga yang siap dihempas dan dibuang oleh persekongkolan alam. Keangkuhan, kesombongan, dan keserakahan sangat tidak patut dimiliki oleh makhluk lemah bernama manusia. Sifat yang seharusnya di singkirkan jauh-jauh dari benak manusia, agar kehidupannya sesuai pada takarannya. Biarkan sifat-sifat itu dimiliki yang lebih berhak, yang memang memiliki kekuatan dan kebesaran yang tiada batas. Tuhan, hanya Dia yang pantas.
.....dari sumber lain sebagai bahan motivasi......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar